Mencoba belajar menulis
Parah, itulah kesimpulanku sekarang ini tentang diriku. Betapa tidak? Aku lulusan perguruan tinggi tetapi ketika menulis untuk laporan untuk pekerjaan mendadak menjadi seperti patung. Asem tenan. Bukan sekali ini tulisan laporan pertanggungjawaban menjadi berhenti, sebelum ini laporan pertanggungjawaban di Serikat Pekerja juga tak bergerak. Sesuatu harus aku lakukan untuk mengubah semua itu. Aku harus belajar menulis, menulis dan menulis. Kembali seperti anak kelas satu SD.
Budaya omong yang selama ini berlaku padaku tidak bisa dengan serta merta saya tuangkan menjadi tulisan. Omong sih enak dilakukan, tanpa pikirpun dapat terjadi aliran omongan. Tulis….? Perlu alur cerita, gaya bahasa dan sederet aturan lain yang dalam budaya tutur sedikir diabaikan. Mungkin karena adanya ekspresi dari si pencerita. Belajar menulis adalah belajar bernalar, bercerita, beralur pikir yang runut/tertib dan ber-ber yang lain, kelihatannya hal yang selama ini tidak ada padaku.
Inilah tekadku sekarang ini “Belajar menulis”. Tekad yang harus aku berjuang untuk mewujudkannya, kalau bisa secepatnya. Butuh kenekadan dan kengawuran. Paling tidak diawal untuk belajar menulis. Biar percara diri bahwa aku dapat menulis. Baik atau buruk hasil tulisanku itu soal nanti, yang penting menulis. Sekarang waktunya mencoba mengingat-ingat cara menulis yang mungkin dulu pernah aku lakukan. Mencoba merunutkan cara berpikirku.
Terpikir olehku tentang penghargaanku pada teman-temen dikantor yang mampu menulis dengan percaya diri tinggi walaupun kemampuan akademisnya masih berada dibawah aku. Juga ketika anakku menulis cerita untuk tulisannya maupun di forum internet, sangat fasih sekali dia. Apa yang ada dipikirannya langsung dia tulis. Percaya diri tingkat tinggi. Aku belajar dari mereka. Belajar percaya diri supaya tetap keluar yang namanya tulisan. Diusahakan tidak ngawur. Targetku satu tulisan satu hari. Target muluk memang, apalagi bagi pemula seperti diriku. Pemula yang kadaluwarsa karena aku sudah bukan muda lagi.
Jadi mulai sekarang aku harus menulis, ingat “menulis” titik.
1 comment:
yupz harus berusaha kan butuh proses untuk mencapai tujuan ,,,,,
Post a Comment